Jumat, 27 Januari 2012

Tips Memilih Atau Membeli Rumah Idaman Di Perumahan


Inikah pertanyaan yang sering anda pikirkan ketika akan membeli rumah :
• Perumahan mana yang baik dan cocok buat saya?
• Apakah uang yang telah saya keluarkan sepadan dengan kualitas rumah yang saya dapatkan?
• Bagaimana keamanan, kenyamanan, dan kwalitas lingkungan di sekitar rumah yang saya beli?
• Bagaimana potensi investasi yang bisa saya dapatkan dari rumah ini?

Yapzz, itulah 4 pertanyaan yang paling sering dipertanyakan. dan di sini akan berikan tips sederhananya, yang semoga bisa memberikan sedikit pencerahan bagi Anda dalam menentukan dan mencari rumah yang ideal bagi Anda dan keluarga.

Mari langsung saja simak tipsnya:

A. Pilih perumahan yang lokasinya bisa dijangkau dari tempat kerja.
Akan sulit dibayangkan jika setiap hari, Anda butuh waktu tempuh lebih dari 2 jam untuk sampai ke kantor. Selain boros BBM/biaya perjalanan, juga rugi waktu dan tenaga bukan ?

B.  Pilih perumahan yang dikelola oleh developer yang kredibel.
Ada begitu banyak developer yang bermunculan saat ini. Pilihlah developer yang memiliki kredibilitas baik, sehingga apabila ada keluhan dari pembeli rumah segera merespon dengan baik, bukan malah lepas tangan. Untuk mengetahuinya, jangan sungkan untuk bertanya kepada beberapa pemilik rumah di kawasan perumahan tersebut tentang kualitas pelayanan developer selama ini.

C. Pilih perumahan yang mudah diakses dari jalur utama.
Banyak pengembang memasang iklan yang menyatakan bahwa lokasi perumahan-nya hanya 10 menit dari gerbang tol / terminal bus. Namun siapa sangka bahwa itu hanya terjadi saat tengah malam saja, dan menjadi 1 jam di waktu siang akibat kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Cek-lah terlebih dahulu dengan melakukan uji coba di waktu-waktu yang berbeda.

D. Pilih perumahan yang kualitas bangunan rumah-nya bisa dipertanggungjawabkan.
Buat apa membeli rumah baru, kalau baru setahun ditempati sudah mengalami kerusakan parah. Buatlah cek list saat memeriksa rumah yang hendak dibeli, mulai dari pondasi, lantai, dinding, kusen, plafon, atap dan sebagainya. Periksa secara teliti sebelum membeli, bila perlu mengajak orang yang menurut Anda ahli di bidang bangunan, daripada menyesal nanti.

E. Pilih perumahan yang lokasinya dekat dengan kawasan pendidikan dan perbelanjaan.
Anak Anda pasti harus bersekolah dan untuk memasak diperlukan bahan makanan. Nah, upayakan rumah yang Anda beli lokasinya dekat dengan kawasan pendidikan dan pasar, untuk memudahkan saat anak Anda harus pergi ke sekolah dan saat berbelanja kebutuhan dapur sehari-hari.

F. Pilih perumahan yang memiliki infrastruktur memadai.
Tentunya akan sangat bermanfaat bagi Anda sekeluarga jika pengembang perumahan telah menyiapkan infrastruktur vital seperti jalan, selokan, listrik, air/PDAM dan fasilitas tambahan seperti taman bermain, sarana olahraga, minimarket, klinik, kebersihan dan keamanan. Terlebih lagi jika penataan infrastruktur tersebut dirancang menyatu di dalam kawasan sehingga mudah dijangkau dari rumah Anda.

G. Pilih perumahan yang bebas banjir.
Bagaimana bisa hidup tenang, jika setiap musim hujan rumah Anda kebanjiran ? Maka upayakan untuk memilih lokasi yang bebas banjir sehingga Anda tidak perlu sport jantung setiap musim hujan.

H. Pilih perumahan yang sesuai dengan tipe kehidupan Anda.
Ini bukannya membeda-bedakan derajat manusia, akan tetapi Anda juga perlu memperhatikan karakter lingkungan dari penghuni alias calon tetangga-tetangga Anda. Jangan sampai nantinya Anda merasa kurang nyaman atau bahkan mendapatkan kesulitan akibat hal yang satu ini.
Semoga bermanfaat bagi Anda, dan tidak menyesal.

Sumber :  inijalanku.com

Kamis, 26 Januari 2012

Tahun 2012, Saatnya Beli atau Investasi Properti


Tahun ini sektor properti diperkirakan akan melanjutkan tren positif. Dengan suku bunga rendah, investasi properti akan sangat menguntungkan.

RumahCom - Sektor properti di tahun 2011 menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan tren yang tengah berlangsung, diperkirakan pertumbuhan positif tersebut masih akan berlanjut. Demikian penjelasan Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang LaSalle – Procon Indonesia.

Faktor penggeraknya, imbuh Anton, adalah pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat yang meningkat, dan suku bunga yang rendah. Di sisi lain, faktor infrastruktur kota yang kurang baik dan kemacetan yang makin parah juga membuat hunian vertikal di tengah kota—yang dekat dengan tempat beraktivitas—makin diminati. “Faktor-faktor inilah yang akan jadi faktor pendukung pertumbuhan properti tahun ini,” tukas Anton.



Memang ada kekhawatiran laju ekonomi akan melambat, karena krisis ekonomi di Eropa. Namun, menurut Anton, saat ini hal tersebut belum menjadi penghambat berdampak signifikan, baru sekadar rumor saja. Berbeda dengan kondisi ekonomi di Singapura dan Hongkong yang terkait langsung dengan Eropa, hal tersebut akan terdampak besar.

Perusahaan Eropa dan Amerika saat ini mencari alternatif lokasi investasi ketika pertumbuhan ekonomi di wilayah Eropa melambat. Alasannya, tak lain untuk menutupi kerugian dari lambatnya pertumbuhan di wilayah tersebut. Sasarannya tak lain adalah Asia, termasuk Indonesia. Pasalnya, saat krisis paling buruk terjadi di 2008, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu terdampak. “Dengan kondisi ekonomi saat ini yang tidak seburuk 2008, mudah-mudah tidak terjadi krisis lagi di sini,” ujar Anton.

Masalah inflasi, di lain pihak, perlu diperhitungkan. “Rencana pemerintah menghapus subsidi BBM dan pembatasan premium, bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Tetapi hal ini baru sebatas potensi saja,” kata Anton.

Perkantoran Masih Jadi Primadona
Sektor perkantoran telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik di tahun 2011. Tingkat okupansi perkantoran di CBD Jakarta tahun 2011 mencapai 90%. Anton memerkirakan, tahun ini akan meningkat menjadi 95%. “Hal ini akan membuat pasar perkantoran atraktif bagi owner, karena dengan okupansi yang tinggi, harga sewa bisa dinaikkan dengan mudah,” tukasnya.

Untuk perkantoran, sebanyak 430.000m2 office space terserap di CBD di 2011. “Jika tahun ini bisa lebih dari tahun lalu, akan hebat sekali. Jadi kami perkirakan penyerapannya tidak sebesar tahun lalu, mungkin sekitar 30.000 m2,” tutur Anton. Harga sewa ruang perkantoran grade A naik 35% di 2011, lanjutnya, sementara tahun ini diperkirakan akan naik sebesar 25%.


Prospek perkantoran, lanjut Anton, masih tetap bagus sampai dua tahun ke depan. “Penyebabnya, saat ini suplai ruang perkantoran sedikit, sementara demand terus bertambah,” katanya. “Pasar office akan melambat di 2014, karena saat itu suplai baru mulai bermunculan, sehingga market akan cooling down.”

Di sektor residensial, pertumbuhan masih terlihat positif. Penjualan kondominium di 2011 belum terlalu tinggi, meski pertumbuhan cukup besar. Penjualan kondominium di 2011 naik 50% dibanding 2010, sementara di tahun ini pertumbuhan diperkirakan naik 10%-20%.

Daya beli yang makin besar dan tingkat konsumsi masyarakat yang mulai meningkat, membuat sektor ritel berkembang. “Lihat saja, dimana-mana sekarang mal ramai. Kalau ada sales, mal pasti penuh. Itu tanda bahwa daya beli makin baik,” jelas Anton.

Lokasi prospektif untuk properti, menurut Anton, masih ada di tengah kota, seperti CBD, Kebayoran Baru, Kemayoran, atau Grogol. Sementara kawasan di pinggir kota, antara lain Pantai Indah Kapuk, Bintaro, BSD, Cileungsi, dan Cibubur.

Kekhawatiran akan datangnya krisis, di sisi lain, menguntungkan konsumen. Pasalnya, developer akan merasa was-was dan tidak bisa menaikkan harga sembarangan. “Jika kondisi ekonomi tidak ada ancaman krisis, mereka bisa memainkan harga seenaknya. Jadi bagi konsumen kondisi ini menguntungkan,” kata Anton.

Jadi menengok kondisi tersebut, Anton menegaskan sekarang dalah saat yang tepat untuk membeli properti. “Orang yang punya uang banyak, dalam kondisi suku bunga rendah akan mencari alternatif investasi. Investasi yang paling menguntungkan adalah properti. Keuntungannya bisa lebih baik dari bermain saham atau menunggu bunga deposito,” paparnya. “Tahun 2013 harga properti diperkirakan akan naik lagi, tetapi jika membeli properti tahun depan, maka tingkat capital gain-nya tidak akan sebesar jika membeli properti tahun ini.”


Sumber : Property Investment, Indonesia Property Listing Market News, Homes Sale Indonesia | Rumah.com

Anto Erawan

Rabu, 25 Januari 2012

Menlu Australia: Barat Terpuruk, Asia Bangkit

China punya cadangan devisa US$2 trilliun, sedangkan AS menanggung utang US$2,5 triliun







Renne R.A Kawilarang




VIVAnews - Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd menyatakan bahwa negara-negara Barat kini harus mengakui bangkitnya kekuatan Asia. Saat krisis ekonomi menghantam Eropa dan Amerika Serikat, negara-negara Asia yang dipelopori China tumbuh menjadi kekuatan baru yang memberi pengaruh bagi stabilitas ekonomi global.

Pernyataan itu disampaikan Rudd dalam pidato di Royal Institute of International Affairs, Chatham House, di London, 24 Januari 2012 waktu setempat. Rudd menamai judul pidatonya: "Tantangan dalam Tatanan Dunia di Abad ke-21: Bangkitnya Asia, Merosotnya Eropa dan Masa Depan Barat."
"Judulnya memang provokatif, namun itulah gambaran sesungguhnya situasi global saat ini yang dapat diperdebatkan dan jadi bahan pemikiran," kata Rudd.

Mantan perdana menteri Australia itu memaparkan bahwa sejak satu dekade lampau kebangkitan Asia sudah mulai terlihat. "Namun, dengan munculnya krisis keuangan global dan resesi global 2008-2009, apa yang tadinya terlihat jauh kini semakin dekat," lanjut Rudd.

Kebangkitan Asia ini sebagian besar didukung oleh China. Rudd mengatakan AS dalam 130 tahun terakhir menjadi negara dengan pengaruh terbesar di dunia. Namun, menyangkut pilar-pilar ekonominya, AS sudah disaingi oleh China, yang menikmati perekonomian yang sangat pesat dalam dua dekade terakhir.

Dengan mengutip data dari majalah The Economist yang terbit awal Januari 2012, Rudd menyatakan bahwa "ekonomi China, berdasarkan paritas daya beli, bisa jadi melampaui AS dalam kurun lima tahun mendatang."

Devisa asing milik China sudah lebih banyak dari AS sejak 2003. Kini devisa asing China sebesar US$2 triliun, bandingkan dengan utang luar negeri AS yang sebesar US$2,5 triliun.  

Selain itu, ekspor China sudah melampui AS sejak 2007 dan dalam tiga tahun terakhir memimpin investasi modal tetap. China pun sejak 2010 unggul dalam output manufaktur dan konsumsi energi. 

Kemajuan di sisi ekonomi ini turut menambah kemampuan China di sektor lain, termasuk militer. "The Economist juga memproyeksikan--mungkin ini kontroversial--bahwa nilai belanja militer China akan melampaui AS pada 2025," kata Rudd.

Maka, Rudd mengajak negara-negara Barat agar mulai melibatkan China dan kekuatan-kekuatan ekonomi lain dalam turut membentuk tatanan global dan regional. Ini berguna agar meredam kecurigaan satu sama lain demi menghindari konflik.

Kebangkitan Indonesia

Sejak awal tahun ini Rudd sudah dua kali menyampaikan penilaian akan kebangkitan China dan Asia. Pada 14 Januari lalu dia menyampaikan hal serupa saat berpidato di Asia Society di New York, AS.

Saat itu, selain menyebut China, Rudd pun menyorot kebangkitan ekonomi Indonesia. "Indonesia sendiri--yang segera akan menjadi ekonomi senilai US$1 triliun, kini secara konsisten tumbuh lebih dari 6 persen per tahun dan dengan penduduk yang mendekati 250 juta jiwa. Indonesia, di bawah arah kebijakan baru Presiden Yudhoyono dan tim ekonominya kemungkinan besar akan muncul menjadi salah satu dari enam ekonomi teratas di dunia pada 2030," kata Rudd.