Dikutip dari : Ciputra Enterpreneurship
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/23599-inilah-alasan-dan-tujuan-investasi.html
Saat ini, investasi merupakan kata yang sering kita dengar. Namun,
tahukan Anda arti investasi sebenarnya? Secara sederhana, investasi bisa
diartikan kegiatan menyimpan uang dengan tujuan memperoleh imbal hasil
dengan tujuan dan jangka waktu tertentu. Besarannya sangat tergantung
dengan kemampuan modal Anda.
Investasi juga bisa diartikan pengorbanan seseorang dalam bentuk
penundaan pengeluaran dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa
datang.
Seperti dilansir Beritasatu, dalam makna lain investasi
adalah cara mengelola uang. Pengelolaan itu bisa dibelikan pada aset
riil, aset keuangan atau ditanam ke dalam suatu usaha dengan tujuan
mendapat keuntungan.
Apa alasan orang berinvestasi?
Ada beberapa
alasan mengapa orang berinvestasi. Hal yang utama adalah adanya
kebutuhan yang direncanakan di masa depan seperti mempersiapkan
pernikahan, membeli rumah, mobil, pendidikan anak dan kebutuhan lainnya
Investasi juga dilakukan orang untuk persiapan pensiun, sehingga dana
yang terkumpul bisa dimanfaatkan saat dirinya kelak tidak bekerja.
Investasi juga merupakan instrumen untuk melawan kenaikan harga di
masa depan akibat inflasi. Untuk itu, diperlukan investasi yang
returnnya lebih tinggi dari inflasi atau minimal sama.
Alasan lain orang berinvestasi juga karena ketidakpasatian di masa
depan. Sebagai contoh, krisis ekonomi membuat orang kehilangan pekerjaan
atau mengalami penurunan pendapatan.
Bagaimana alasan investasi di masa kini?
Investasi
sudah menjadi trend di masa kini. Investasi juga tesedia di berbagai
Instrumen investasi di pasar. Hal ini membuat orang kelihatan lebih
mapan bila berinvestasi pada instrumen investasi modern.
Dari semua hal diatas, bisa kita simpulkan investasi merupakan alat
atau kendaraan seseorang untuk mencapai cita-cita mereka, baik jangka
pendek, menegah atau panjang. Tujuan akhirnya adalah membeli rumah, pendidikan, sedangkan investasi merupakan kendaraannya.
Apa saja risiko berinvestasi?
Ada beberapa risiko
dalam berinvestasi diantaranya adalah kerugian akibat turunnya nilai
investasi. Sebagai contoh, saat kita membeli saham di harga Rp1.000,
lalu harga saham itu turun menjadi Rp900. Nah selisihnya itu merupakan
kerugian kita.
Risiko yang lain yaitu likuiditas, yakni kesulitan investor menjual
kembali produk investasintya di pasar. Hal ini tentu merepotkan ketika
dana investasi tersebut dibutuhkan.
Risiko lain dari inflasi adalah risiko inflasi. Hasil investasi yang
diberikan tidak sebesar kenaikan harga barang dan jasa. Hal ini
menyebakan kerugian karena tidak bisa membeli barang tersebut di masa
depan.
Risiko investasi yang paling penting adalah penipuan, pengelapan,
hingga investasi bodong. Ketika investasi sudah terkait kriminal, maka
risikonya adalah kehilangan semua dana investasi.
Menyadari investasi itu baik tetapi juga berisiko, ada baiknya kita memahami produk investasi. (as)
