Sebelumnya, BI mempertahankan BI Rate sebesar 6 persen sejak November 2011.
Kamis, 9 Februari 2012, 15:50 WIB Nur Farida Ahniar, Nina Rahayu
VIVAnews - Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai kebijakan Bank Indonesia menurunkan suku bunga termasuk langkah berani. BI Rate di level 5,75 persen merupakan terendah sepanjang sejarah, dan pertama kalinya mencapai level sekitar 5 persen.
"BI Rate kemarin yang 6 persen itu sudah paling rendah, dan sekarang turun menjadi 5,75 persen, itu terendah sepanjang sejarah," kata Purbaya saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Kamis 9 Februari 2012.
Menurut dia, kebijakan BI Rate ditempuh karena kemungkinan inflasi akan naik dengan adanya kebijakan subsidi dari pemerintah. Ia juga menilai langkah itu untuk mendorong perbankan yang sulit menurunkan suku bunga kreditnya.
"Tapi, tidak apa-apa lah. Mungkin BI menurunkan BI Rate karena belum mempertimbangkan adanya subsidi BBM dari pemerintah. Atau BI belum memasukkan unsur kebijakan subsidi tersebut, sehingga inflasi masih di bawah 5 persen," ujarnya.
Seperti diketahui, hari ini Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Sebelumnya, BI mempertahankan BI Rate sebesar 6 persen sejak November 2011.
Kebijakan itu diambil untuk mendorong perekonomian Indonesia di tengah turunnya ekonomi global. BI akan mewaspadai risiko ekonomi global, dampak kebijakan pemerintah di bidang energi, dengan menerapkan bauran kebijakan moneter, dan makro dalam pengelolaan ekonomi makro secara keseluruhan. (art)
• VIVAnews

Tidak ada komentar:
Posting Komentar